Showing posts with label Gramedia Pustaka Utama. Show all posts
Showing posts with label Gramedia Pustaka Utama. Show all posts

Book Review: Kesebelasan GenHalilintar My Family My Team by Lenggogini Faruq

Credit images to Goodreads
Pengarang: Lengogeni Faruk
Diterbitkan Oleh: Gramedia
Halaman: 349 Halaman
Format : Paperback
Mulai membaca : 12 Juni 2015
Selesai membaca : 13 Juni 2015
Rating : 3,6 / 5 bintang
 
 
 
 
 
 
 
 


Sinopsis
11 Kids without baby sitter, without nanny, without maid. Orang tua dengan 6 putra dan 5 putri bekerja sama as a team organizing home like a hotel yang ada room service, house keeping, kitchen, laundry, etc.

Bahkan mereka sudah meneruskan perniagaan orang tua mulai dari penjualan gadget, fashion wear, jual beli mobil, online market, sampai tour operator yang sedang terus berkembang
 
Review
“Raising 11 kids..without baby sitter, without nanny,without maid. Orang tua dengan 6 orang putra dan 5 putri bekerja sama as a team organizing home like a hotel yan ada room service, house keeping, kitchen laundry,etc”

Saya yang pertama kali membaca blurb dari buku ini merasa terkejut. Wow! Di jaman sekarang hidup membesarkan 1 anak saja bukanlah hal yang mudah apalagi 11 anak! :O

Buku ini mengupas kehidupan yang dijalani oleh pasangan suami istri Halilintar dan LengoGeni yang sudah menikah selama 22 tahun dan mengalami pahit manisnya kehidupan. Mereka sering berkeliling dunia untuk melakukan usaha perdagangan dan bahkan anak-anak mereka sudah mulai meneruskan usaha keluarganya mulai dari penjualan gadget, fashionwear, jual beli mobil, online market, dan lainnya.. :O

Why you should read this books?
1.Penasaran gak bagaimana kisah Bapak Halilintar dan Ibu LengoGeni yang sukses membesarkan 11 orang anak?

2.Inspiring! Kelahiran 11 anak ini semuanya kelahiran normal dan semuanya mendapat ASI eksklusif (Bahkan didalam buku ini sampai ada tabel kelahiran dan data menyusui kesebelas anaknya dengan detail!) Kereeen!

3.Pengaturan sekolah disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak (Homeschooling). Senangnya bisa ngeliat gak hanya kegiatan jasmani dan rohani saja tetapi ada juga pembelajaran unsur dalam diri manusia (fisik,akal, nafsu dan hati)

4.Hampir semua anaknya mulai mengikuti jejak orang tuanya yang merambah dalam dunia bisnis.

5.Kalo senang sama foto2 dan travelling mereka hampir setiap saat bepergian ke luar negeri jadi buku ini juga banyak kumpulan fotonya

6.Uniknya lagi buku ini mengupas masing-masing profile putra putri mereka hingga apa minat dan talenta mereka. Ada yang teliti, ada yang berbakat menjadi salesman/spokesperson, ada yang berbakat dalam hal elektro dan yah orang tua mereka tidak pernah memaksakan apa yang harus mereka tekuni

7.Semua anaknya diajarkan untuk mandiri dan menjadi pribadi yang tangguh. Itu hal yang paling suka didalam buku ini. Semuanya memiliki peran dan berusaha maju dengan caranya masing-masing!

Namun sebuah buku tidak bisa lepas dari kekurangannya. Well, ada beberapa sih yang bikin saya kurang sreg sama buku ini seperti hal sebagai berikut :

1.Penggunaan kata bahasa inggris dan bahasa Indonesia/melayu yang dicampur2 jadi gado-gado dalam buku ini.
Contohnya :

”Tidak lama kemudian kakak, Hestia Faruk dan abang, Harnugama Faruk pun mengiringi menikah dengan abang campus mate dan office mate mereka” – Halaman 41

“Wanita mana yang tidak senang dengan mobil mewah, perhiasan nan indah-indah, diamond ring, lots of cash!? Tetapi ketika wanita mengorbankan itu semua dan mengajukan mahar yang ringan, maka sebenarnya starting point dalam membangun mahligai rumah tangga tidak semata-mata mengedepankan keduniawian apalagi kemewahan – Halaman 47”

“First night always, dimana pun, bersama atau tak bersama menjadi suatu keindahan. Sebab, first night bukan diartikan secara physical dan emotional semata. Kesepahaman, keselarasan fikiran dan keselarasan perasaan akan membuat first night yang luar biasa!”-Halaman 56


Saya paham Bapak Halilintar dan Ibu LenggoGeni berasal dari Dumai, sebuah kota di Pekanbaru (Riau) Jadi kalo disadari ada terbawa pengaruh dialek bahasa melayunya. Mungkin untuk penggunaaan bahasanya dari editor sendiri (Sohwa Halilintar) bisa lebih disesuaikan lagi ya tidak terlalu sering dicampur dengan bahasa inggris

2.Penyebutan nama merek-merek elektronik didalam buku ini

Mungkin pesan sponsor tetapi penyebutan nama merek yang disebutin di profil Muhammad Saaih Halilintar dengan detail cukup membuat saya mengerutkan kening contohnya :

”Apalagi kami sudah memakai keluaran terbarunya yang baru keluar November 2014 kemarin yaitu Seri Go Pro Hero 4 black, yang punya banyak kelebihan di antaranya kualitas gambar yang lebih tajam dengan video 4K 30 FpS disbanding seri sebelumnya yang juga sudah canggih Hero 3+ Black” – Halaman 167

“Tak cukup sampai disitu, Saaih juga melakukan proses video editing sendiri untuk video-video yang diambilnya. Editing dilakukannya dengan Mac Book Pro yang highspec menggunakan software final cut pro”-Halaman 167


3. Harga buku yang cukup menguras kantong

Iya benar kalo kalian termasuk yang penasaran sama buku ini dan suka sama halaman ilustrasi yang warna warni bersiaplah merogoh kocek agak dalam. buku lokal ini dibandrol dengan harga IDR 134.000 dan menurut saya itu tergolong mahal.. Kalo saya tidak benar2 tertarik dan penasaran sama kisah keluarga Halilintar ini saya akan berpikir panjang untuk membelinya. Harga segitu soalnya sudah bisa mendapat 1 buku paperback impor yang isinya full bahasa inggris.

Ada hal lain juga yang sempat mengejutkan saya haha.. sesuatu banget deh ya..

”Atta, Sohwa, Sajidah, Thariq kemudian masuk Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK), Sekolah di bawah Kedutaan Besar Republik Indonesia, yang berlokasi di downtown Kuala Lumpur, dekat dengan Putra World Trade Center (PWTC) – seperti JCC-nya Jakarta-dan pusat perbelanjaan The Mall (Sunway Putra Mall)”-Halaman 178

WHATT?! Adek kelas saya dong berarti merekaa! Eaaahh! Dunia sempit banget ketemu sesama alumni SIK haha.. astaga sekarang Yao Han Mall udah berubah nama menjadi The Mall (Sunway Putra Mall). Tampaknya mereka masuk ke sana jauh setelah saya pindah menetap di Indonesia >__<

Last but not least, ada Quotes dibuku ini yang sangat saya sukai :

”Telah dijanjikan bahwa wanita baik untuk lelaki baik, lelaki baik untuk wanita baik. Ternyata ada kaitan antara usaha memperbaiki diri dengan jodoh. Makin tinggi pencapaian seseorang dalam usaha perbaikan dirinya, maka dia akan mendapatkan jodoh yang lebih baik pula”- Halaman 36

*Bagus banget quotes ini untuk jadi bahan intropeksi diri buat saya.
 

Book Review : Noto, Tragedi, Cinta, dan Kembalinya sang Pangeran by Prijono Hardjowirogo

Judul : Noto, Tragedi, Cinta, dan Kembalinya sang Pangeran
Nama Pengarang: Prijono Hardjowirogo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 336 Halaman
Diterbitkan pada : Juli 2014
Format : Paperback 
Mulai Membaca : 02 November 2014
Selesai Membaca : 06 November 2014
Rating : 3 / 5 stars











Sinopsis :
Tidakkah kamu tahu siapa Noto sebenarnya?”
”Siapa Noto? Dia bilang padaku, bahwa orangtuanya terbunuh tahun 1965.”

Situasi politik di Boyolali pada 1965 telah mengubah jalan hidup banyak orang. Korban berjatuhan dan Noto menjadi salah satu korban masa yang kelam itu. Orangtuanya terbakar bersama rumah mereka, namun Noto kecil berhasil selamat. Menjadi sebatang kara, ia masih beruntung karena memiliki keluarga jauh. Ia tinggal bersama pamannya dan dibesarkan sampai dewasa dan memilih menjadi tentara.

Sebelumnya, Noto juga bekerja di jasa pengiriman batik untuk mendapatkan penghasilan. Bisnis inilah yang kemudian memberikan keuntungan besar dan mengenalkannya kepada perempuan-perempuan yang mewarnai kisah cinta Noto sampai ia menjatuhkan hatinya kepada seorang guru tari keraton bernama Yanti. Namun kisah cinta ini tidak berjalan mulus karena Yanti adalah putri bangsawan sementara Noto hanya rakyat jelata. Pada sebuah kunjungan ke Yogya, sebuah rahasia terungkap dan memberi titik terang akan asal-usul Noto sesungguhnya.

Dengan latar budaya Keraton Yogya dan Solo yang detail, novel ini membawa kita ke sebuah kisah penuh tragedi, cinta, dan kembalinya sosok seorang pangeran Jawa sekaligus pewaris takhta keraton yang selama ini dikira telah mangkat

Review :
Akhirnya selesai juga membaca buku ini! Buku yang berhasil bikin saya frustasi dibagian-bagian akhir halamannya. Fuhh *mengelap keringat dulu

Baiklah.. Buku ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Noto yang berhasil selamat ketika Boyolali mengalami kecekaman di saat tahun 1965. Ayah dan ibunya tewas terbakar di dalam rumahnya dan Noto kecil diasuh oleh keluarga jauhnya. Noto kecil yang tidak mudah menyerah dan gigih dalam mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukannya seperti belajar ilmu silat, belajar menekuni agama islam dan juga belajar bisnis dari mengantarkan batik di pasar. Hal ini menumbuhkan hasil dikala ia berusia masih 18 tahun ia sudah menjadi pengusaha sukses yang menekuni bidang jasa pengiriman batik yang bernama “Gold River Batik expedition”. Hal ini tidak membuatnya pongah tetapi ia berusaha meningkatkan kemampuannya dengan masuk kedalam Akademi Militer yang membuat kepemimpinan dan skill manajemennya terasah.

Lika liku kehidupan percintaanpun tidak lepas dari Noto. Dimulai ia jatuh cinta dengan Sari yang masih memiliki suami, mbak Puji yang rekan partner bisnisnya dan pada akhirnya ia melabuhkan hatinya kepada seorang putri dari solo yang special dihatinya. Ketika bayang-bayang kabut mulai sirna dan menguak tabir kebenaran dari sosok Noto itu..

Sebenarnya saya sudah suka dengan jalan ceritanya dan tadinya saya sempat berekspektasi lebih ada aroma-aroma kejadian 1965 yang membuat saya tergelitik untuk membacanya. *Saya mengira akan ada kisah tentang mengupas sosok ayah dan ibu Noto yang menjadi korban pembunuhan kasus di tahun 1965 sayangnya hal itu tidak ada. Selain itu poin plus lainnya adalah novel ini SANGAT AMAT KENTAL Budaya jawanya . Banyak sekali disini mulai budaya jawa, kisah Mahabharata, Ramayana, perwayangan, Raja Mataram, Ratu pantai selatan/Nyi Roro Kidul, adat istiadat jawa jogja dan solo yang dikupas didalamnya. Seru sih saya jadi banyak belajar tentang kebudayaan Jawa.. Namun secara tidak langsung saya membandingkan dengan buku Para Priyayi: Sebuah Novel Umar kayam dan Canting Arswendo Atmowiloto yang bernuansa sama dan tetap para priyayi bagi saya masih yang paling melekat di hati saya.

Kalo tadi udah poin plusnya sekarang poin minus dari buku ini. Gak banyak-banyak Cuma satu kekurangan yang membuat buku ini minus dimata saya hingga membuat saya frustasi membacanya. Sejak mulai halaman 265, Buku novel ini tidak “Ramah” kepada saya yang bukan orang jawa tulen. Buku ini tidak memuat sedikitpun catatan kaki atau arti percakapan dialog ketika ada bahasa jawa kromo inggil yang digunakan oleh abdi dalem keraton/istana sehingga hal ini menyulitkan saya membaca di bagian-bagian akhir buku. Bisa dibayangkan saya yang merupakan orang campuran Sumatera dan Jawa Timur membaca buku ini? Hening dan roaming itu jawabannya. Saya sampai menanyakan dulu maksud2 kalimatnya ke teman saya yang pandai bahasa jawa halus. *nyerah kibarin bendera putih

Ini contoh2 dialog yang menggunakan bahasa jawa yang sukses membuat saya frustasi membaca buku ini :

Dialog 1 (Halaman 265) :
“Kasinggihan Ngarso Dalem, keparenga kawula matur bilih panyuwunan kawula sami ing pisowanan puniko minangkakani pratelan Guru Beksan Siti Maningrum ingkang sawata wis warso mboten katingal. Kawula samo samangke sampun mangertosi musabab ipun”

Dialog 2 (Halaman 266) :
“Coban mara padha sawengan. Pasuryane bocah nom-noman iki ora bedha karo swargi Kakangmas Adijoyo, kupinge ya podo. Mangayu bagya, ‘Ngger, anakkundene Nandalem wis bali maneh marang omahmu dewe”

Dialog 3 (Halaman 269) :
“…..Tumrap Dimas Adiyoso mugi kaprentahna dhumanteng para wajib sigra hanindakaken upacara wilujengan, linaksanan ing dinten Jumuah kalih minggu ing ngajeng kaleresan dinten ingkang sae tumrap Ingsun

Dialog 4 (Halaman 278) :
“Matur sembah kawulo konjuk Sinuwun, keparenga matur sahandap Kawulo saha sawajingin Carik nagturi uninga bilih Ngarso Dalem wonten babagan wigatos ingkang kawulo badhe aturaken

Saya hanya bisa berikan buku ini 3 dari 5 bintang tampaknya.. :’)

Book Review : Mawar Jepang by Rei Kimura

Pengarang : Rei Kimura
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 294 Halaman
diterbitkan pada : 30 Juni 2011
Format : Paperback 
Mulai Membaca : 06 Juli 2014
Selesai Membaca : 09 Juli 2014
Rating : 3,8 / 5 stars!










Sinopsis :
Mawar Jepang adalah novel yang terinspirasi dari satu keping sejarah perang kontroversial Jepang. Satu simpul sejarah yang dibungkam selama sekian dekade dan tak pernah benar-benar diakui atau diterima kebenarannya. Hingga suatu ketika seorang jurnalis dari NHK menemukan kejanggalan arsip di salah satu kamp bekas perang; fakta atas keberadaan pilot perempuan kamikaze di Jepang. Dengan bantuan seorang sejarawan andal, penyelidikan itu mengarah pada satu nama, Rika Kobayashi alias Sayuri Miyamoto.

Kisah Sayuri bermula setelah Jepang berhasil menghancurkan Pearl Harbor. Amerika dan sekutunya balas menyerang dengan ganas dan mengobarkan perang semakin luas. Pemerintah Jepang lalu memberlakukan wajib militer bagi setiap tiap laki-laki dewasa. Di satu sisi adalah kehormatan untuk dapat membela tanah air. Di sisi lain, perang telah membawa para laki-laki dan memecah belah keluarga. Setiap keluarga wajib mengorbankan putra, suami, dan ayah mereka bagi kaisar dan bangsa.

Berawal dari kepergian Hiro, adik laki-lakinya, Sayuri memutuskan untuk terlibat dalam perang yang semakin melemahkan posisi Jepang. Ia menjadi perawat bersama sahabatnya di salah satu rumah sakit di Tokyo. Keberingasan perang pun menelan korban semakin banyak, termasuk adik dan sahabatnya. Terbalut dalam amarah dan dendam yang luar biasa, Sayuri bersumpah untuk membalas kematian orang-orang yang dicintainya dengan menjadi pilot kamikaze. Dengan segala upaya, ia pun menyamar menjadi laki-laki dan berhasil mewujudkan keinginan itu. Pada hari Sayuri akan menabrakkan pesawatnya ke target musuh, sesuatu terjadi dan mengubah garis nasibnya.

Review :
Novel ini adalah novel kedua Rei Kimura yang saya baca setelah sebelumnya membaca Catatan Ichiyo: Perempuan Miskin di Lembar Uang Jepang yang saya berikan 3,2 dari 5 bintang. Cerita ini lebih memikat saya dibandingkan cerita sebelumnya. agak tragis jika membayangkan nasib wanita yang menjadi pilot pesawat tempur kamikaze jepang ini.. meskipun buku ini adalah novel fiksi

Alkisah hiduplah Keluarga Miyamoto yang terdiri dari empat orang yaitu sayuri, Hiro adiknya, Michio serta Tomi yang merupakan ayah dan ibu Mereka. Mereka keluarga yang hidup tenang dan damai jauh dari kehirukpikukan kota Tokyo. Namun di tahun 1941, Terdengar kabar militer Jepang berhasil menggempur Pangkalan Amerika yang bernama Pearl Harbour di Hawaii dan jepang membutuhkan lelaki-lelaki jepang untuk ikut bertempur.. Datanglah akhirnya beberapa minggu kemudian Surat perintah militer kepada Hiro Adiknya Sayuri dan Juga kepada Yukio, Tunangan dari Reiko. Reiko adalah sahabat yang selalu bersama-sama dengan Sayuri sejak kecil

Sayuri dan Reiko tidak bisa tinggal diam akhirnya mereka demi menemukan Hiro dan Yukio nekat pergi ke Tokyo sebagai perawat yang tidak terlatih. Betapa teriris2nya hati mereka melihat setiap hari harus merawat dan menjahit tubuh tentara yang terluka. Mereka hanya bisa berharap bahwa Adik dan tunangan mereka selamat tidak kurang satupun. Namun semua itu hanyalah keinginan semata, Yukio tewas dengan wajah yang hampir rusak dan Hiro adik Sayuri meninggal tenggelam di kapal Hino Maru yang akan diberangkatkan ke Singapura. Bahkan Reikopun meninggalkan dirinya sendirian di dunia ini

Sayuri marah dan benci terhadap dirinya dan kematian orang-orang yang ia sayangi. Ia bertekad untuk membalas dendam kepada musuh-musuh jepang dan ia nekat mendaftarkan diri menjadi pilot pesawat tempur jepang Kamikaze dengan nama samaran adiknya Hiro Miyamoto.. Ia berhasil mengelabui semua orang kalau dia adalah wanita.. yah dia memilih hidup dan menahan diri sebagai laki-laki. Namun apa daya kedoknya terbuka dan hatinya jatuh cinta pada seornag pemuda yang bernama Takushi Yamashita..
Akankah Sayuri berhasil melaksanakan misinya? apakah Sayuri mendapatkan cintanya?

Overall, saya suka sama cerita di novel ini.. endingnya cukup tragis menurut saya.. nanti kalo saya ceritakan gak seru hehe. intinya meskipun Pilot kamikaze selamat dari maut tetap mereka akan mendapat konsekuensi yang dianggap jepang sebagai perbuatan memalukan.. cerita ini juga lebih dalam dari catatan ichiyo dan konflik batin si Sayuri lebih mengena ke saya.. saya bertanya-tanya kenapa Rei Kimura mengangkat tema ini? tapi emang sih tema novel ini kalo saya lihat-lihat seperti film Disney Mulan yang menyamar jadi pria demi membela kehormatan keluarganya..

baiklah saya berikan 3,8 dari 5 bintang untuk novel ini! :)

Book Review: Entrok by Okky Madasari

Judul : Entrok
Nama Pengarang : Okky Madasari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 282 Halaman
Diterbitkan pada : 05 April 2010
Format : Paperback
Mulai membaca : 06 Juli 2014
Selesai Membaca : 06 Juli 2014
Rating : 3,9 / 5 stars! 










Sinopsis :
Marni, perempuan Jawa buta huruf yang masih memuja leluhur. Melalui sesajen dia menemukan dewa-dewanya, memanjatkan harapannya. Tak pernah dia mengenal Tuhan yang datang dari negeri nun jauh di sana. Dengan caranya sendiri dia mempertahankan hidup. Menukar keringat dengan sepeser demi sepeser uang. Adakah yang salah selama dia tidak mencuri, menipu, atau membunuh?

Rahayu, anak Marni. Generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pemeluk agama Tuhan yang taat. Penjunjung akal sehat. Berdiri tegak melawan leluhur, sekalipun ibu kandungnya sendiri.

Adakah yang salah jika mereka berbeda?

Marni dan Rahayu, dua orang yang terikat darah namun menjadi orang asing bagi satu sama lain selama bertahun-tahun. Bagi Marni, Rahayu adalah manusia tak punya jiwa. Bagi Rahayu, Marni adalah pendosa. Keduanya hidup dalam pemikiran masing-masing tanpa pernah ada titik temu.

Lalu bunyi sepatu-sepatu tinggi itu, yang senantiasa mengganggu dan merusak jiwa. Mereka menjadi penguasa masa, yang memainkan kuasa sesuai keinginan. Mengubah warna langit dan sawah menjadi merah, mengubah darah menjadi kuning. Senapan teracung di mana-mana.

Marni dan Rahayu, dua generasi yang tak pernah bisa mengerti, akhirnya menyadari ada satu titik singgung dalam hidup mereka. Keduanya sama-sama menjadi korban orang-orang yang punya kuasa, sama-sama melawan senjata.

Review :
Entrok. satu kata itu membuat saya bertanya-tanya sebelumnya. itu apaan ya? dan sempet hampir tertipu dengan covernya yang sempet saya kira chicklit yang tipe2 sophie kinsella.. ternyataa oh ternyataa.. Entrok adalah Kutang atau BH kalo kita perempuan menyebutnya.

Alkisah hiduplah Marni yang dimasa kecilnya hidup bersama simboknya setiap hari bekerja sebagai tukang mengupas singkong di Rumah Nyai Dimah. Ketika Marni mulai beranjak dewasa dan dirasanya dadanya sudah mulai tumbuh ia merengek-rengek meminta untuk dibelikan Entrok ke simboknya. Memang mereka miskin untuk hidup sehari-hari sudah sangatlah susah. Marni akhirnya berinisiatif untuk menjadi kuli dipasar demi mendapatkan sekeping uang yang akan dibelikan untuk Entrok berwarna warni. Dalam perjalanannya terdapat pemuda bernama Suteja yang naksir akan Marni.. mereka pun melangsungkan pernikahan ala kadarnya dan hidup sebagai suami istri..

selesai ceritanya? tentu sajaa tidakk.. selama perjalanan hidup Marni dia mulai menyambung hidup dari berdagang panci hingga akhirnya menjadi rentenir di kampungnya. Marni dan Suteja memiliki seorang anak perempuan yang bernama Rahayu. Disinilah saya mulai menyadari bahwa titik cerita ini ada dua sisi yaitu bagaimana kehidupan Marni dan bagaimana kisah Rahayu itu sendiri.

Sebagaimana bumbu-bumbu konflik di novel ini sangat terlihat sekali dari tahun2 yang mengawali setiap halaman. Dimana saat itu ketika untuk pemilihan umum hanya ada tiga partai terkuat yaitu si kuning, si merah dan si hijau.. Dimana penduduk secara halus dan paksa disuru memilih si pohon beringin atau menyumbang donasi sana sini yang tiada jelas untuk apa.. dimana kita kehilangan kebebasan untuk berpendapat, melakukan segala sesuatu yang kita sukai. *masih geleng2 saya pas baca gak nyerahin sepetak sawah ditangkap, memberi uang untuk latihan tarian naga dikirain anggota atau simpatisan PKI.. saya kesal sekali pas tentara yang harus mengayomi rakyat malah menjadikan rakyat kampung sebagai kambing hitam. huhh.. semakin yakin saya tidak akan mau memilih calon yg bisa memungkinkan kisah ini dan ladang hitam di pulau dewata terulang kedua kalinya dimasa depan *curcolan

saya membaca kisah-kisah lainnya yang bagaimana nasib dari seorang yang memiliki KTP bertandakan "ET" atau Eks Tahanan Politik diperlakukan bagaimana buruknya di negeri kita ini. Mulai dari tidak memiliki hak pilih, tidak bisa bekerja dengan layak, setelah bebas harus lapor setiap 1, 3, 6 bulan dan 12 bulan sekali, harus berpindah-pindah tempat tinggal, harus menyembunyikan nama asli, hingga mendapat diskriminasi lainnya.. mungkin cerita tentang Gerwani kisah Tapol Wanita di Kamp Plantungan by Amurwani Dwi Lestariningsih bisa dijadikan referensi. Katanya di jamaan Gus Dur KTP yang bertandakan ET sudah dihapuskan sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama dengan WNI lainnya namun tampaknya masih ada sistem di pemerintah yang menandai bahwa orang ybs adalah ET meski tidak tampak di KTP.

DI satu sisi saya tergelitik dengan kisah ritual-ritual yang sering dilakukan oleh Marni. Pemujaan kepada inilah, nasi berkat untuk ini, selametan untuk itulah.. yang sebenarnya kita masih lakukan sehari-hari. seperti ketika ada yang meninggal dunia dilakukanlah tahlilan 7 harian, 40 harian, 100 harian bahkan ada 1000 harian yang sebenarnya diajaran agama islam juga gak ada.


Overall, saya suka tema yang diangkat oleh mbak Okky Madasari ini. Novel ini paling saya sukai. baru keduanya 86 dan yang terakhir pasung jiwa.. 3,9 dari 5 bintang! :)

Review : Tak Cukup Hanya Cinta oleh Mira W

 
images credits to : http://radjanovelbekas.blogspot.com/2014/06/tak-cukup-hanya-cinta-mira-w-gm-rp-15.html



Judul : Tak Cukup Hanya Cinta
Pengarang : Mira W
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 400 Halaman
Terbit : Oktober 1995
Format : Paperback
No. ISBN : 979-605-357-8
Dibaca pada : 21 Januari 2014
Sinopsis

"Tahu mengapa saya jatuh cinta padamu?". "Pernahkah kaukatakan?". "Karena kau adalah kau. Karena lembut dan keras berpadu dalam dirimu. Aku tidak menyesal kau tidak memilih diriku. Tapi menyesal kau tidak memilih diriku. Tapi menyesal karena lelaki seperti itu yang akan memiliki perempuan sehebat kau". 



Tiga kali Amran mengkhianati Irna. Tiga kali pula Irna memaafkan cinta pertamanya. Tetapi rupanya memang tak cukup hanya cinta. Bahtera perkawinan mereka kandas juga. Irna sendiri hampir karam. Seandainya tidak ada Rian, anak tirinya yang baru berumur tujuh tahun... 



Kisah seorang wanita karier yang bertemu dengan seorang anak laki-laki yang senasib. Korban rumah tangga yang retak. Dalam kumparan dendam terhadap lingkungannya, mereka menemukan persahabatan sejati.



Review



Irna seorang wanita karir yang sukses mencintai Amran yang sejak dahulu berada di hatinya. Namun sayang Amran selalu mengkhianati hati Irna yang mempercayainya. Amran tidur dengan Nuranti dan orang tua Amran tidak menyetujui hubungan mereka. Mereka harus berpisah dan Amran menikahi wanita lain.. Irna sakit hati dan tidak akan mempercayai pria lain.. Disaat Irna dalam kesendirian, Amran kembali dan memohon cinta Irna namun saat itu Amran membawa putranya, Rian. Istrinya meninggalkannya karena tidak tahan mengasuh Rian yang nakal. Irna luluh dan mau membuka tangan dan hatinya kembali untuk Amran dan Rian. Disaat itu ada sosok Dokter Elman yang mulai dikenal Irna karena menolong Rian ketika sakit. Dia jatuh cinta kepada Irna dan memperingatkan Irna bahwa Amran bukanlah lelaki setia tapi Irna nekat untuk menikahi Amran demi Rian.



Warisan Amran dicabut dari tangannya dan dia tidak dianggap oleh anak dari keluarganya karena menikahi Irna tanpa persetujuan orang tuanya. Irna yang menopang hidup mereka berdua kebetulan dia adalah seorang pemimpin redaksi di perusahaan media cetak. Beberapa tahun kemudian, Amran kembali menjadi lelaki yang main dengan perempuan lain. Perempuan muda bernama Yusti karena Irna tidak dapat memberikan keturunan seperti yang diinginkannya. Saat itu Rian yang nakal berhasil dididik oleh Irna dan Amran harus balik ke rumah orangtuanya bersama Rian. Beberapa bulan kemudian tiada kabar dinanti. Disaat kegelisahan menanti kabar dari Amran, dan muncullah telegram dari kakak Amran, Ardi yang memberi kabar bahwa Amran meninggal karena tenggelam. Akhirnya Irna berangkat ke Sumatera untuk menjemput Rian. Setelah pulang ke jakarta, Irna mendengar kabar bahwa Yusti ditemukan meninggal gantung diri di kamarnya dan polisi menyelidiki kasus itu. Dokter Elman membantu dalam penyelidikan kasus ini dan menemukan fakta bahwa Amran meninggal karena dibunuh dan Yusti meninggal dalam keadaan hamil. Mereka mencari siapa pelaku pembunuhan itu



Pelakunya adalah Ardi, Kakak Amran sendiri. Motifnya karena Ardi kesal selama ini dia yang mengurus perusahaan keluarga mendadak Amran meminta hak warisnya. Ardi kemudian ditangkap dan dipenjarakan. Ayah Amran yang tidak kuat menanggung beban meninggal dan mengembalikan hak waris perkebunan karet kepada Rian, cucunya



Namun cobaan belum berakhir, Nuranti ibu kandung Rian muncul bersama suaminya dan mengaku bahwa Rian adalah anak kandung mereka bukan hasil dari hubungganya bersama Amran. Mereka berniat untuk mengambil Rian kembali. Akankah Irna menyetujuinya?


Story Rate 
Saya memberi buku Tak cukup hanya cinta ini 3,8 dari 5 bintang! :)


Review : Jangan Pergi, Lara oleh Mira W

Judul : Jangan Pergi, Lara 
Pengarang : Mira W
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 208 halaman
Terbit : 1998
Format : Paperback
No. ISBN : 979-605-940-1
Dibaca pada : 17 Januari 2014









Sinopsis

"Dulu aku memilih Lina, semata-mata karena aku kasihan padanya. Tapi apa bedanya kamu dengan dia sekarang? Lina telah merasakan penyakitnya sejak masa anak-anak. Tapi kamu, Lara! semuanya datang begitu mendadak dalam hidupmu.."

Karena iba pada saudara kembar Lara yang mengidap penyakit jantung, Dokter Adrian memilih Lina, dan memutuskan hubungannya dengan Lara. Lara kemudian berpaling pada Dedi, bekas pasiennya yang selalu mengejar-ngejar dirinya.

Dokter Adrian baru menyesali keputusannya ketika sesudah dia menikah dengan Lina, Lara didiagnosis mengidap kanker tulang...

Akan kembalikah Dokter Adrian pada cinta pertamanya? Tegakah Lara mengkhianati saudara kembarnya, meskipun dia sendiri tengah berada di bawah bayang-bayang maut?


Review

Pada awalnya saya tidak terpikir untuk membeli buku novel ini yang saya lagi cari adalah novel Mira W yang berjudul Deviasi, Delusi dan cinta berkalang noda (yang akan saya review di posting selanjutnya). Berhubung si empunya buku merekomendasikan buku ini kepada saya katanya bagus banget sampai membacanya nangis berkaca-kaca dan ngintip di Goodreads ratingnya 3,74 dari 5 bintang.. Biasanya Novel-novel Mira W hanya mendapat rating 2 hingga 3 bintang maka penasaranlah saya membeli buku ini. Buku ini mengawali perjalanan pertama saya membaca buku selanjutnya 

Buku ini mengisahkan kehidupan dua orang gadis kembar yang satunya bernama Lara dan satunya lagi bernama Lina. Lara dan Lina dibesarkan dengan cara yang berbeda. Mengapa? Lina memiliki penyakit lemah jantung sejak kecil dan Lara hidup dalam keadaan sehat sehingga orangtua merekapun lebih menyayangi Lina dibandingkan Lara

Ketika mereka beranjak dewasa, Lara sedang bertugas sebagai dokter koas ia mulai dekat dengan Dokter Adrian yang lama-kelamaan timbullah benih-benih cinta diantara mereka berdua. Dokter Adrian dikenalkan oleh ke seluruh keluarga Lara dan hingga suatu ketika Lara mengetahui bahwa Lina saudaranya juga mencintai Dokter Adrian.. Dokter Adrian yang mengetahui penyakit LIna tidak bisa berbuat apa-apa tapi memilih memutuskan hubungan dengan Lara dan menikahi Lina.

Lara berusaha melupakan sakit hatinya oleh Dokter Adrian dan suatu ketika ia menjadi dokter yang harus menangani seorang pemuda yang habis berkelahi bernama Dedi. Dedi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Lara yang tomboy namun baik hati. Dedi bersikap nekat mendekati lara yang akhirnya lama-lama hati Lara luluh dengan sendirinya

Ketika Lara sudah move on dari sakit hatinya, ia dikejutkan dengan penyakit kakinya yang suka ngilu ternyata adalah kanker ganas yang harus kakinya diamputasi agar kanker tidak menyebar. Bagaimana kisah selanjutnya dari Dedi dan lara? bagaimana sikap Dokter Adrian mengetahui penyakit mantan kekasihnya itu? 

Buku ini menarik dengar dari teman buku ini sempat diadaptasi ke layar kaca/sinetron yang berjudul Cinta Dara Kembar (*meskipun waktu itu saya tidak pernah menontonnya) dan saya jujur menyukai karakter tokoh Lara yang tangguh dan tidak mudah putus asa ketika dirundung masalah. 

Story Rate :

Saya memberi Jangan Pergi, Lara ini nilai 3,5 dari 5 bintang! :)


Images credits to : http://bukufiesta.blogspot.com/2012/03/jangan-pergi-lara.html